Rabu, 13 Juni 2012

TENTANG WUJUD



Wujud dan Mahiyyah
Wujud adalah keberadaan atau ke-ada-an sesuatu. Sedang mahiyyah adalah keapaan atau jawaban dari pertanyaan " apakah …..?" . Mahiyyah yang tak memiliki wujud mempunyai sifat esensial mungkin ada dan mungkin tidak ada.
Keadaan ini disebut dengan keadaan kesamaan. Sedang wujud yang tak memiliki mahiyyah tak terperikan dan tak terbatas walau dalam fikiran.
Wujud itu tunggal
Ambil dua sesuatu yang sebarang A dan B. Ketakberadaan A dan ketakberadaan B mempunyai efek yang identik, karena ketakberadaan sesuatu artinya ketakberefekan sesuatu tersebut. Karena itu keberadaan atau wujud A sama dengan keberadaan atau wujud B. Ini dapat digeneralisasi dengan induksi sempurna pada segala hal. Jadi wujud segala hal identik. Dan tidak mungkin sesuatu dalam pikiran manusia identik melainkan dihasilkan oleh satu hal yang tunggal di alam eksternal. Seperti halnya tidak mungkin satu telor dikeluarkan oleh lebih dari satu ayam betina.
Wujud itu real, dan bukan mahiyyah yang real
Jika mahiyyah yang real, maka bagaimana segala sesuatu (baca pula; segala mahiyyah) meninggalkan keadaan kesamaan? Artinya, jika mahiyyah yang real, segala sesuatu mungkin ada dan mungkin tidak ada dan tidak mesti ada. Padahal keberadaan segala sesuatu yang telah lalu dan saat ini mesti, - mereka benar-benar telah ada. Jadi ini adalah suatu kontradiksi yang mustahil terjadi.
Tuhan, sumber wujud segala sesuatu, itu ada dan Ia adalah wujud.
Karena wujud adalah sumber wujud bagi dirinya sendiri, dan ia pula adalah wujud segala. Maka Tuhan ada, karena wujud ada. Sebuah tambahan argumen bahwa Tuhan adalah wujud diberikan berikut ini. Jika Tuhan adalah sesuatu selain wujud, maka pasti ia memerlukan sebab untuk meng-ada. Dan jika ia memerlukan sebab untuk meng-ada, pasti ia bukan Tuhan, karena ada sesuatu yang menjadi sumber wujud selain diri-Nya.
Wujud itu tak terbatas.
Karena sekiranya ia terbatas, maka pembatasnya hanyalah ketiadaan. Dan jelas ketiadaan tidak memiliki keberadaan apa pun sehingga bisa berefek membatasi sesuatu.
Tuhan, -yaitu wujud-, tak mungkin dipahami sepenuhnya oleh akal / mental manusia.
Karena jika wujud dipahami sepenuhnya, - dalam seluruh aspek manifestasinya-, oleh akal manusia artinya ia telah terbatas oleh akal manusia, sedang telah dibuktikan bahwa wujud tidak terbatas, Mutlak dalam segala seginya.
Wujud adalah Kesempurnaan.
Karena wujud adalah realitas kesegalaan yang tunggal, maka Ia pasti paling sempurna dari segi kediriannya sendiri, yang tak lain adalah dari segi kesegalaan. Dan karena Ia adalah satu-satunya realitas kesegalaan yang ada, maka Ia - lah satu-satunya kriteria kesempurnaan. Jadi wujud adalah Kesempurnaan itu sendiri.
Wujud simpel (basith), -tidak tersusun atas bagian yang lebih kecil-, dan karena itu murni immaterial.
Karena sekiranya wujud tersusun atas bagian yang lebih kecil, maka bagian-bagian yang lebih kecil tersebut apa? Apa-pun jawabannya pasti akan berakhir dengan kesalahan logis petitio principii.
Debu-debu kejamakan muncul dari mahiyyah.
Yang muncul dari realitas pemikiran mental manusia, dan jelas tidak memiliki akar realitas.
Wujud ada dalam segala sesuatu, tanpa suatu persatuan (material) dan bukanlah segala sesuatu, tanpa suatu perpisahan.
Karena segala "selain" wujud tidak real, hanyalah bayangan, maka tidak mungkin bisa didefinisikan persatuan dan perpisahan sesuatu yang real dan sesuatu yang imajiner.
Dan, wujud meliputi segala sesuatu.
Karena wujud - lah yang mesti mendahului "selain"-nya tanpa kecuali. Wujud lebih prior dibanding segala waktu dan segala ruang, lebih prior dibanding segala substansi dan segala aksiden. Ke mana saja engkau menghadap di situlah Wajah Allah.
Dan, sesungguhnya dalam segala "selain" wujud pasti terdapat mahiyyah pertama, yang sering disebut dengan Akal Pertama atau Nur Muhammad.
Karena wujud tunggal tidak terbagi, yang pertama "muncul" darinya pasti tunggal dan tidak terbagi pula, dan inilah yang disebut dengan mahiyyah pertama.
Sehingga dalam segala, terdapat Allah dan Muhammad, yakni wujud dan mahiyyah pertama. Karena seluruh "selain" wujud mesti muncul melewati jalur mahiyyah pertama ini. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah padanya dan sampaikan keselamatan padanya.
Wa allohu a’lam bi ash-showab



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar