Tampilkan postingan dengan label Pramoedya Ananta Toer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramoedya Ananta Toer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juli 2012


“Kita kalah, Ma, bisiku”.“Kita telah melawan, Nak,Nyo, sebaik-baiknya,sehormat-hormatnya”. 

Pramoedya telah menampilkan sebarisan

Srikandi, sebagai pendekar yang bertarung
dengan kekuatan sejarah. Apakah simpati

Pramoedya kepada perempuan diakibatkan

Oleh nasib mereka yang sering terkungkung
Dibawah kekerasan patriarki sebagai sebuah
Kekuatan sejarah, dan karena itu perempuanlah yang
Menjadi kawan seperjuangan pengarang
menghadapi kekerasan politik? 

Jalan hidup seperti lintasan

Roller coaster.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!