Oleh Yasraf
Amir Piliang
TULISAN Rizal Mallarangeng di Harian Kompas (19 Januari 2000) yang berjudul Konflik Maluku dan Reorientasi Ilmu Sosial secara menarik menyoroti tentang peran ilmuwan sosial dalam berbagai peristiwa konflik yang terjadi di Tanah Air akhir-akhir ini, khususnya konflik Ambon.
Ia menyimpulkan bahwa peran ilmuwan
sosial tersebut sangat timpang, yaitu terlalu terperangkapnya mereka di dalam
retorika-retorika ilmiah yang bersifat umum dan makro, dengan argumen ilmiah
yang bersifat stereotip dan tautologis, sehingga melupakan mereka pada
persoalan-persoalan sosial mikro yang justru sangat penting dalam menyingkap
realitas konflik sosial yang sesungguhnya.
Usulan Mallarangeng agar digalakkan
penelitian-penelitian mikro terhadap berbagai bentuk konflik tersebut perlu
disambut dengan baik. Akan tetapi, tentunya dengan usulan ini tidak berarti
bahwa telah tertutup pintu bagi berbagai 'cara melihat' (point of view)
yang lain terhadap berbagai fenomena konflik sosial tersebut.


