Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Juni 2012
Kamis, 14 Juni 2012
Rabu, 13 Juni 2012
07.54
No comments
Merobek
hijab sufastaiyyah
Oleh Dr. Dimitri Mahayana
"Wa qul jaa`al-haqqa wazahaaqal-baathil,
innal-baathila kaana zahuuqa." Dalam pandangan saya, Islam jelas
menentang adanya relativisme Kebenaran. Dalam Islam, yang benar pasti benar dan
tidak mungkin salah. Sedang yang salah pasti salah dan tidak mungkin
07.20
No comments
WAWASAN AL-QURAN
Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat
Dr. M. Quraish Shihab, M.A.
Penerbit Mizan
Perempuan
Sejarah
menginformasikan bahwa sebelum turunnya Al-Quran terdapat
sekian banyak
peradaban besar, seperti Yunani, Romawi. India, dan Cina.
Dunia juga
mengenal agama-agama seperti Yahudi, Nasrani, Buddha,
Zoroaster,
dan sebagainya.
07.09
No comments
Phylosopi
Dimitri Mahayana
Dalam kerangka befikir fiqhiy, ada suatu istilah yang amat penting; fardhu.
Fardhu adalah kewajiban yang harus dilakukan. Fardhu ‘ain artinya
kewajiban bagi tiap individu. Fardhu kifayah artinya kewajiban bagi
setiap kelompok orang (masyarakat). Setiap Muslim harus
07.06
No comments
Oleh
Dr. Dimitri Mahayana
sepiala saja , penuh dan berbuih, kan kuteguk dengan
mulut berguman
dunia-dunia berputar-putar, kerna kepala berputar-putar,
maka tangan lurus bak kitiran
setegukan saja, kusedikit merintih, tuak hati memerah bergelegakan
leher-leher bermerahan, pipi-pipi pun panas , maka
langkah terhoyong-hoyong kiri dan
06.38
No comments
Bag 07
Bukti ketidakpastian
Ciri-ciri ‘pasti ada’
Ada beberapa ciri khas ‘entitas wajib’ li
zatih. Antara lain sebagai berikut:
06.36
No comments
Bag 06
Materialisme
Menurut pendapat Harold H. Titus dan kawan-kawan
(1984, hlm. 293), pengertian ‘materialisme’ sekurang-kurangnya dapat diderkati
lewat dua definisi sebagai berikut:
06.33
No comments
Bag 05
PENGETAHUAN HUSHULI EKSTEMPORAL
Dua macam Pengetahuan hushuli ekstemporal
Pengetahuan hushuli ekstemporal (Al-Ma’rifah Al-Hushuliyah
Al-Badihiyah), baik konseptual maupun assentual, dilihat dari aspek
kualitas isinya terbagi dua;
- Pengetahuan
ekstemporal prima (Al-Badihiyah
Al-Awwaliyah).
- Pengetahuan ekstemporal sekunda (Al-badihiyah Al-tasnawiyah)
06.29
No comments
Bag 04
Batas Pengetahuan hushuli assentual
Manusia secara naluriah didorong oleh rasa ingin
tahu. Dengan bekal pengetahuan (hushuli, hushuli), sebagaimana telah
dijelaskan diatas, manusia berpeluang
untuk menyingkap realitas di luar dirinya. Bahkan sebagian besar manusia ingin
mengetahui segala sesuatu dan ingin memiliki pengetahuan yang mutlak.
Mungkinkah itu? Apakah pengetahuan manusia terbatas ataukah tidak?
06.27
No comments
Bag 03
PENGETAHUAN HUSHULI
Pengetahuan hushuli, yang juga disebut pengetahuan
hushuli (Al-Ma’rifah Al-Hushuliyah). Adalah konsep yang diperoleh oleh
seseorang sembari menyadari dirinya sebagai subjek semata. (Metafisika, hal.
11, Lorens Bagus, Religius Language, hal. 36-38, Hakadza Nabda’, hal. 67, hal.
70, Durus fi Ilmil-Manthiq, 21).
06.24
No comments
Bag 02
WUJUD SUBJEKTIF
Para filsuf muslim membagi quiditas-quditqas (Al-mahiyat) yang telah mengenakan busana wujud dalam realitas memiliki wujud lain yang tidak menyandang pengaruh-pengaruh objetif real. Wujud yang tidak memiliki konsekuensi-konsekuensi real inilah yang disebut dengan wujud subjektif (Al-wujud Adz-Dzihni), yaitu pengetahuan dan konsep kita tentang quiditas segala sesuatu.
06.21
No comments
Bag 01
Banyak kalangan, terutama para tokoh yang diresmikan sebagai intelektual di perguruan tinggi-perguruan tinggi Barat, memandang Hawzah Ilmiyeh Qom dengan sebelah mata. Hal itu, boleh jadi, karena mereka tidak mampu menangkap dinamika intelektual yang terus berlangsung disana, atau karena mereka tidak menyelami ruhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


