Tampilkan postingan dengan label Ke-Islaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ke-Islaman. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Oktober 2012

Ust. H. Miftah Fauzi Rakhmat   
           Kita awali pagi 10 dzulhijjah dengan memanjatkan syukur ke hadirat ilahi. Puji bagi dia, yang telah memanjangkan umur kita, yang telah memberikan kita tambahan usia, sehingga ‘id, hari raya demi hari raya, kita lalui dalam limpahan nikmat-Nya yang tak terhingga. Puji bagi dia, yang telah mempercayai kita, untuk mengelola setiap detik dan tarikan nafas dalam hidup kita, dengan harapan setiap detik akan mendekatkan kita kepada Tuhan, dan setiap tarikan nafas membersihkan kita dari dosa dan kemaksiatan.
 
            Sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada kekasih junjungan alam, Nabi besar Muhammad SAW, kelurga beliau yang disucikan, dan para sahabat serta tabi’in yang mengikuti jalan beliau dalam kecintaan.

             Kita awali hari yang suci ini dengan membesarkan asma ilahi. Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar wa lillahil hamd. sehari yang lalu, di padang arafah, saudara-saudara kita yang berada di tanah suci, mengakui kelemahan dan kerendahan dirinya, memohonkan ampun atas setiap dosa yang diperbuatnya. Mengikuti jemaah haji, marilah kita sampaikan ‘arafah kita, kita sampaikan pengakuan kita di hadapan Allah swt:

Senin, 02 Juli 2012


Oleh : Lathifah Musa

Ägama yang bersifat ideologi", Bagi pemikiran pasca modernis dianggap akan sulit menemukan tempatnya secara serasi dan harmonis. Pasca modernis telah mensifati seluruh ide dengan relativisme, sementara Islam ideologi telah membatasi kebenaran dengan standar yang pasti. Bagi dunia pasca modernisme yang terpenting adalah pengakuan adanya perbedaan paradigma dalam memandang masalah namun penilaian terhadapnya harus bersifat nihil. Dalam kerangka pandang pasca modernisme, kebenaran terdapat dalam setiap jantung gagasan, tetapi yang patut diperhatikan; kebenaran tersebut hanya cocok bagi masing-masing gagasan secara isolatif. Kebenaran tidak bisa saling dipertukarkan, maka simpanlah rapat-rapat dalam benak. Dunia pasca modernisme telah membangun persepsi untuk hanya menerima persamaan-persamaan empirik agar kehidupan berjalan serasi.

Jumat, 22 Juni 2012

Minggu, 17 Juni 2012






Jumat, 15 Juni 2012















Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!