Disebut mendahului kebenaran apabila
pemikir telah menyimpulkan kebenaran sesuatu sedangkan ia belum sampai pada
titik kesimpulan yang sesungguhnya. Hasil pemikiran seperti itu tidak boleh
dijadikan hujah atau dalil dan belum boleh dikatakan sebagai akal yang benar.
Hal semacam itu banyak dialami oleh manusia sehingga ia merasa bahawa hasil
pemikirannya benar, padahalnya belum sampai pada titik kebenaran, tetapi baru
sampai pada tingkat bayang-bayang kebenaran. Memang ia seperti benar, tetapi
tidak benar dan hanya mirip benar atau benar menurut dugaannya sebagaimana
disebutkan dalam al-Qur'an Surah al-Kahfi ayat 103-104:
Bermaksud:"Katakanlah; Apakah akan kami
beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?.
Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini
sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya (menyangka diri
mereka benar)."


